Selasa, 04 Oktober 2011
Paradigma baru dan Gaya hidup Manusia Baru
Paradigma dan Gaya hidup Manusia Baru
Paradigma manusia baru bukan kehidupan sebagai manusia-manusia yang bersifat individualistis (Egois), tentu kita tidak berbeda dengan orang-orang yang tidak beriman. Cara hidup manusia baru dengan paradigma baru berbeda dengan cara hidup orang yang individualistis.
Manusia baru hidupnya dikendalikan oleh kristus, yang adalah Kepala sebagai sumber kehidupan. Semua orang yang percaya kepada Kristus, harus mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya dan tidak ada lagi noda kekafiran di dalam hidupnya. Kita harus memiliki citra manusia yang serupa dengan Kristus (baik dalam perkataan, pikiran, perbuatan).Sebelum kia semua mengalami lahir baru, kita semua hidup dalam manusia lama. Adam adalah kepala sumber dari manusia lama, Adam mewariskan dosa (kecenderungan berdosa) kepada semua orang yang adalah tubuhnya (binasa). Namun karena penebusan Kristus, sekarang kita telah menjadi manusia baru. Kristus telah mati di atas kayu salib dan bangkit kembali bukan sekedar untuk mengampuni dosa kita. Namun,tujuan penebusan Kristus adalah menciptakan manusia baru yang terdiri dari Kristus sebagai Kepala, dan orang2 beriman sebagai TubuhNya. Oleh karena itu, sejak kita semua mengalami lahir baru, kita telah dibaptis ke dalam satu tubuh dan menjadi satu manusia baru. (Ef 2: 14-16 ; 4:20-24 ; Kol 3:9-11 ; Rom 5: 17-19 ; 1 Kor 1: 10-13; Ef 4:20-24 ). Apabila kita benar-benar menghidupi gaya hidup manusia baru, maka kita tidak lagi hidup dalam perseteruan, sektarianisme, denominasional, sukuisme dll. Gaya hidup Manusia baru itu hidup tanpa perpecahan, karena manusi baru kumpulan dari semua orang, dari berbagai latar belakang Yunani, Yahudi, bersunat, tidak bersunat, Barbar, Skit, Budak dan merdeka. Melainkan sebagai tubuh yang telah dipersatukan dengan Kristus sebagai kepala, hidup seutuhnya dalam damai sejahtera Allah dan dalam kelimpahanNya. Manusia baru itu terus menerus di perbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar PenciptaNya (Rom 12:1-2), sampai kepenuhan Allah terjadi atas kita.
Manusia baru saling membutuhkan satu sama lain dalam kehidupannya sesama anggota Tubuh Kristus. Keutuhan Manusia Baru menjunjung tinggi Kristus sebagai Kepala Gereja, Jemaat adalah Kristus itu sendiri .(1 Kor 1:10-13 ; Kol 3:11 ). Jadi, jika kita mengerti bahwa Gereja adalah Tubuh yang tidak lain adalah Kristus sendiri, maka seharusnya kita tidak merusak gereja dengan cara menghalalkan segala cara (perpecahan, merusak gereja), Mengapa / Sebab apa saja yang kita lakukan kepada gereja dirasakan oleh Kristus, Sang kepala Gereja. Itulah sebabnya jika ada orang yang membinasakan Bait Allah (gereja, tubuhNya), maka ia akan dibinasakan oleh allah (1 Kor 3:16-17; 1 Kor 6:12-15). Marilah kita menghormati Gereja seperti menghormati Kristus dan menjaga keutuhan manusia Baru itu. Shalom (Menara Doa HTWS dan Kubu Doa)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar